ZoyaPatel

Manajemen BRI Bondowoso Turun Langsung Dengarkan Kebutuhan Nasabah

Mumbai
Nasabah BRI Bondowoso saat disambut oleh jajaran manajemen

BONDO2WOSO, Sela Fakta – Kualitas pelayanan perbankan tidak hanya diukur dari cepatnya transaksi, tetapi juga dari seberapa jauh kebutuhan nasabah didengar. Hal itu coba ditunjukkan manajemen BRI Bondowoso dengan turun langsung menyapa nasabah dalam momentum Hari Pelanggan Nasional (HPN) 2026.

Mengusung tema Think Customer, jajaran manajemen BRI Bondowoso hadir di Banking Hall BRI pada Jumat (4/9/2026). Branch Office Head BRI Bondowoso Agus Tri Wiyono bersama jajaran menyempatkan diri berbincang langsung dengan nasabah yang datang. Selain menyampaikan apresiasi, manajemen juga memberikan gift kepada sejumlah nasabah sebagai bentuk penghargaan atas kepercayaan yang telah diberikan.

Agus Tri Wiyono mengatakan, pertemuan langsung dengan nasabah menjadi kesempatan bagi manajemen untuk mengetahui kebutuhan sekaligus mendengar pengalaman mereka saat menggunakan layanan BRI. Menurutnya, masukan dari nasabah penting untuk memastikan layanan yang diberikan terus berkembang sesuai kebutuhan.

“Bagi kami, Hari Pelanggan Nasional bukan sekadar seremoni. Ini menjadi momentum untuk hadir lebih dekat, menyapa langsung, mendengarkan kebutuhan dan masukan nasabah. Dari interaksi seperti ini, kami bisa mengetahui apa yang sudah baik dan apa yang masih perlu kami tingkatkan,” ujar Agus.

Menurut Agus, pengalaman nasabah menjadi salah satu hal yang tidak bisa sepenuhnya dilihat hanya dari angka transaksi maupun sistem pelayanan. Karena itu, interaksi langsung tetap dibutuhkan agar jajaran manajemen dapat memahami kebutuhan nasabah secara lebih nyata.

“Ketika bertemu langsung, kita bisa mendengar cerita nasabah dan memahami kebutuhannya. Masukan sederhana sekalipun sangat berarti bagi kami untuk terus memperbaiki pelayanan,” katanya.

Hal tersebut juga dirasakan Misnan, salah satu nasabah BRI Bondowoso yang telah menggunakan layanan BRI sejak 2010. Selama menjadi nasabah, dia mengaku terbantu dengan pelayanan yang dinilai cepat, khususnya dalam menunjang aktivitas usaha yang dijalankannya.

“Saya sudah menjadi nasabah BRI sejak tahun 2010. Selama menjadi nasabah, layanan yang diberikan BRI sangat cepat. Bagi saya, hal ini sangat membantu dan memperlancar usaha yang saya jalankan,” ujar Misnan.

Bagi pelaku usaha, kecepatan layanan perbankan menjadi salah satu kebutuhan penting. Sebab, aktivitas usaha sering kali membutuhkan transaksi dan layanan perbankan yang dapat diakses secara efektif tanpa menghambat kegiatan sehari-hari.

Agus menegaskan, kedekatan dengan nasabah tidak akan berhenti pada momentum HPN. Interaksi dan mendengarkan kebutuhan nasabah akan terus menjadi bagian dari upaya BRI Bondowoso meningkatkan kualitas layanan.

“Kami ingin setiap nasabah yang datang ke BRI merasa diperhatikan. Mereka bukan sekadar pengguna layanan, tetapi bagian penting dari perjalanan BRI. Karena itu, kami terus berupaya memberikan layanan yang mudah, cepat, aman, dan dilakukan dengan hati,” ungkap Agus.

Momentum HPN 2026 pun menjadi pengingat bahwa peningkatan layanan perbankan tidak hanya berbicara soal teknologi dan kecepatan transaksi. Kehadiran langsung, komunikasi, serta kemauan mendengar kebutuhan nasabah menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan yang bertahan dalam jangka panjang.


Ahmedabad